MENGAPA GAGAL MENGOPERASIKAN BSC


Penyebab Kegagalan Implementasi Balanced Scorecard (BSC)

Hambatan dominan adalah kegagalan dalam menyusun peta strategi. Kaplan norton menyatakan bahwa strategi tidak dapat dijalankan jika tidak dapat dipahami, tetapi strategi juga tidak bisa dipahami bila tidak digambarkan/ divisualisasikan dan dikomunikasikan intens ke segenap karyawan. Pengalaman hampir sepuluh tahun, penulis menemukan kegagalan dalam menjalankan BSC karena rendahnya pemahaman arti pentingnya strategi dijalankan. Seperti diketahui bahwa BSC bukan hanya tools untuk mengukur dan mengelola kinerja organisasi namun sekaligus sebagai alat untuk memetakan dan mengeksekusi strategi itu sendiri. Maka kembali ke qoute yang sangat terkenal dari Prof Kaplan dalam bukunya The execution Strategy: Without strong visionary leadership, no strategy will be executed effectively.

Dari pengalaman pribadi membina BSC di berbagai kementerian dan lembaga negara, setujuapa yang dipaparkan kaplan Norton, bahwa ada 4 hal yg membuat BSC tidak dapat berjalan tidak dapat membuktikan diri berhasil memajukan organisasi. Beberapa hambatan implementasi Balanced Scorecard meliputi sebagai berikut:

  1. Hambatan Sumberdaya (Resourcess Barier)

Sumberdaya waktu, energi, dan anggaran di dalam organisasi tidak tersedia untuk menjalankan strategi bagi organisasi. Sebagai contoh,  anggaran tidak dikaitkan dengan strategi organisasi sehingga anggaran tidak efektif dalam mencapai strategi yang telah ditetapkan. Kaplan menyimpulkan bahwa  sekitar 60% dari organisasi tidak mengaitkan anggaran kepada strategi perusahaan. Untuk kondisi seperti ini, beberapa langkah Strategy improvement yang perlu diterapkan seperti menurunkan sasaran strategis yang hendak dicapai dalam target tahunan, 3 tahunan ataupun 5 tahunan. Kedua, tetapkan inisiatif yang akan dilakukan disertai anggaran yang dibutuhkan.  Ketiga, yaitu memasukkan biaya dalam anggaran Stratex (Strategy expenditure), dan mengeluarkan dari operational expenditure (Opex).

2. Hambatan Manajemen (Management Barrier)

Hambatan yang membuat BSC gagal juga berasal dari manajemen itu sendiri karena terlalu sedikit mengabiskan waktu untuk membahas strategi organisasi dan terlalu banyak menghabiskan waktu pada pembuatan keputusan yang sifatnya taktis jangka pendek (Short term thinking).  Berdasarkan survei, sekitar 86% dari tim eksekutif menghabiskan waktu kurang dari 1 (satu) jam per bulan untuk mendiskusikan strategi organisasi.  Beberapa Strategy improvement yang perlu diterapkan diantaranya: 1)Tetapkan strategy jangka panjang, turunkan ke inisiatif tahunan sebagai roadmap mencapainya; 2)Lakukan catch ball process, misal memakai metode Hoshin Kanri atau strategy deployment. Target tahunan dicapai dengan segenap aktifitas, dijadwalkan secara mingguan/bulanan untuk penyelesaiannya dan review progress nya secara ketat (Daily/Weekly/Monthly) untuk review activity mencapai target tahunan. Secara kuartal mereview “Lagging” indicator utamanya Financial perspectives.

Hambatan Visi (Vision Barrier)

Dalam prakteknya, gak banyak orang dalam organisasi yang memahami atau mengerti visi dan strategi dari organisasi mereka.

Berdasarkan survei, hanya sekitar 5% dari karyawan yang memahami visi dan strategi organisasi.

Beberapa Strategy improvement yang perlu diterapkan:

Bangun dashboard visual management dan media publication. Lakukan pertemuan kesegenap karyawan (level kepala seksi/departemen hingga tingkat senior manajemen) untuk mengkomunikasikan strategy. Bentuk fungsi (Departemen) diluar struktural untuk memfasilitasinya, seperti pembentukan Departemen Office Strategy Management (OSM).

Hambatan Orang (People Barrier)

Banyak orang dalam organisasi memiliki tujuan kegiatan yang tidak terkait dengan strategi organisasi dan sebagian lainnya tidak sangat engaged/ termotivasi untuk mencapai tujuan terkait dengan strategy.

Berdasarkan survei, hanya sekitar 25% dari manajer yang memiliki insentif terkait dengan strategi perusahaan mereka. Artinya, organisasi tidak menghubungkan pencapaian kinerja dengan sistem reward dan punishment. Akibatnya, karyawan tidak memiliki motivasi yang memadai untuk meningkatkan kinerja.

Beberapa Strategy improvement yang perlu diterapkan:

Buat sistem penghargaan berdasarkan kinerja terhadap pencapaian sasaran baik secara tim maupun secara individu. Integrasikan dalam sistem Compensation and Benefits (C&B). Bangun talent management dan buat sistem penghargaan khusus untuk orang-orang talented yang berkinerja bagus, high potential dan menjunjung perilaku dan etika organisasi.

SUMBER

http://ecahyono.blogspot.com/2017/09/penyebab-kegagalan-implementasi-blanced.html

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kalender

October 2019
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Jumlah Kunjungan

004113
Views Today : 75
Total views : 7874

Tentang Suyutimarzuki

Text Here