No comments yet

Sejarah dan Perkembangan Manajemen Strategik

Kata “strategi” berasal dari bahasa Yunani “strategos” (stratos artinya militer dan agos artinya memimpin) yang berarti “generalship” atau sesuatu yang dikerjakan oleh para jenderal perang dalam membuat rencana untuk memenangkan perang. Definisi tersebut juga dikemukakan oleh seorang ahli bernama Clauswitz. Maka secara umum, dapat didefinisikan sebagai suatu cara mencapai tujuan. Michael Porter (1996) mendefinisikan strategi sebagai berikut “The essence of strategy is choosing to perform activities differently than rivals do. At general management’s core is strategy; defining positions, making trade-offs, and forging fits among activities. But not conversely.”. Dengan kata lain strategi adalah sekumpulan tindakan atau aktivitas yang berbeda untuk menghantarkan nilai yang unik. Strategi menurut Alfred Chandler (1962) adalah penentuan dasar jangka panjang sasaran dan tujuan dari sebuah perusahaan, dan adopsi dari program tindakan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan tujuan tersebut.

Manajemen strategis dikatakan sebagai suatu disiplin sejak tahun 1950-1960. Meskipun banyak terdapat kontributor terhadap literatur tersebut, yang menjadi perintis utama dalam merumuskan manajemen strategis ialah Alfred D. Chandler, Jr., Philip Selznick, Igor Ansoff, and Peter Drucker.

Alfred Chandler mengakui pentingnya mengkoordinasi bermacam-macam aspek manajemen yang didasari dengan satu keseluruhan yang meliputi strategi. Pada waktu itu, manajemen berfungsi untuk memisahkan koordinasi seutuhnya atau sebuah strategi. Interaksi antar fungsi-fungsi atau antar departemen secara khas diatur oleh sebuah posisi yang terbatas, sehingga ada satu atau dua manajer yang menyiarkan kembali informasi dan empat sub di antara dua departemen. Chandler juga menekankan pentingnya mengambil perspektif jangka panjang ketika melihat masa depan. Di sepanjang tahun 1962 saat merumuskan Strategy and Structure, Chandler menunjukkan bahwa strategi terkoordinasi jangka panjang sangat esensial untuk memberi struktur perusahaan, arah, dan fokus. Dia juga mengatakannya secara singkat, yang biasa disebut “structure follows strategy.”

Di tahun 1957, Philip Selznick memperkenalkan ide penggabungan faktor internal organisasi dengan sistem lingkungan eksternal. Ide utamanya kemudian dikembangkan ke dalam suatu rumusan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) yang dipelopori oleh Learned, Andrews, dan lainnya di Harvard Business School General Management Group. Kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) dari sebuah perusahaan dinilai untuk menciptakan peluang (opportunity) sekaligus ancaman (threats) dari lingkungan bisnis.

Igor Ansoff melanjutkan karya Chandler dengan cara menambahkan tingkat konsep strategi dan menemukan kosakata baru. Dia mengembangkan strategi yang dibandingkan dengan strategi penetrasi pasar, strategi perkembangan produk, strategi perkembangan pasar dan horizontal, integrasi vertikal serta strategi diversifikasi. Dia merasa bahwa manajemen dapat menggunakan strategi ini untuk mempersiapkan secara sistematis peluang dan tantangan di masa akan datang. Di dalam buku klasiknya tahun 1965 yang berjudul Corporate Strategy, Igor mengembangkan analisis gap yang menghubungkan antara di mana kita berada dan kita inginkan, lalu berinduksi menjadi sebutan “gap reducing actions”.

Peter Drucker adalah seorang ahli strategi ternama, dan telah menulis lusinan buku manajemen, dengan perjalanan karir semasa lima dekade. Kontributornya terhadap manajemen strategis begitu banyak, namun ada dua yang paling penting. Pertama, dia menitikberatkan pentingnya sebuah obyektif (sasaran). Sebuah organisasi tanpa sasaran layaknya sebuah kapal tanpa kemudi. Awal 1954, dia mengembangkan teori manajemen yang berbasis obyektivitas (sasaran). Hal ini yang biasa disebut dengan management by objectives (MBO). Menurut Drucker, prosedur pengaturan obyektivitas dan pemantauan progres harus menyebar ke seluruh bagian, dari puncak teratas ke bagian terbawah. Dia memprediksi tingginya tingkat “knowledge worker” dan menjelaskan konsekuensi yang ditimbulkan terhadap manajemen. Drucker berkata bahwa pekerja berpengetahuan bersifat non-hierarkhis. Pekerjaan akan dilakukan secara tim dengan orang-orang yang sangat berkompeten di bidangnya, yang telah ditugaskan atau diperintahkan oleh seorang pemimpin.

Pada tahun 1985, Ellen-Earle Chaffee menyimpulkan apa yang dia pikirkan, yang pada akhirnya dijadikan sebagai elemen penting dari teori manajemen strategis sejak 1970, yaitu:

  • Manajemen strategis mengkaitkan organisasi yang adaptif terhadap lingkungan bisnis
  • Manajemen strategis fleksibel dan kompleks. Perubahan bentuk kombinasi dari bahan-bahan memerlukan respon non-repetitif yang tidak terstruktur
  • Manajemen strategis mempengaruhi seluruh organisasi dengan menyediakan dan menunjukkan arah
  • Manajemen strategis menghubungkan kedua bentuk strategi (dia menamakan konten) dengan implementasi strategi (yang biasa disebut proses)
  • Manajemen strategis merupakan rencana parsial dan rencana non-parsial.
  • Manajemen strategis dilakukan melalui beberapa level / tingkat: strategi korporat dan strategi bisnis individual.
  • Manajemen strategis menggabungkan konsep dan proses pemikiran analitis

Biografi Alfred DuPont Chandler, Jr.

Alfred DuPont Chandler, Jr Lahir di Guyencourt, Delaware, Pada Tanggal 15 September Tahun 1918. Chandler meraih gelar MA Pada Tahun 1947 dan gelar Ph.D. Pada Tahun 1952. Chandler adalah seorang profesor sejarah bisnis di Harvard Business School dan Johns Hopkins University, yang menulis secara ekstensif tentang Strategy and Structure : Chapters in The History of the American Industrial Enterprise. Berbagai penghargaan diperoleh Chandler atas karyanya, yaitu menerima perhargaan Pulitzer dan Bancroft pada Tahun 1978 melalui buku The Visible Hand: The Managerial Revolution in American Business.

Chandler mulai melihat perusahaan skala besar di awal 1960-an. Buku Strategy and Structure : Chapters in The History of the American Industrial Enterprise (1962) meneliti organisasi EI du Pont de Nemours and Company, Standard Oil of New Jersey, General Motors, dan Sears, Roebuck and Co, dimana Chandler menemukan bahwa organisasi manajerial dikembangkan dalam menanggapi strategi bisnis korporasi. Buku ini sebagai buku manajemen paling berpengaruh kesebelas dari abad ke-20 dalam jajak pendapat dari Fellows dari Akademi Manajemen. Dalam buku Chandler membandingkan lingkungan bisnis Eropa dengan Amerika Serikat. Dia menilai pentingnya struktur bisnis untuk kinerja dan sukses di pasar. Chandler di juluki sebagai Dekan sejarah Bisnis Amerika oleh World Financial pada tahun 1991. Alfred D. Chandler, Jr pensiun dari Harvard Business School pada Tanggal 30 Juni 1989. Chandler meninggal pada Tanggal 9 Mei Tahun 2007.

Strategi dan Struktur oleh Alfred D. Chandler

Keterkaitan strategi dan struktur merupakan hal penting yang harus ada di dalam sebuah organisasi. Tanpa keduanya sebuah komunitas tidak akan bisa disebut sebagai organisasi karena pada dasarnya organisasi merupakan berhimpunnya sekelompok orang yang memiliki kesamaan harapan dan keinginan untuk mencapai tujuan bersama. Jika tidak didukung oleh struktur yang baik maka organisasi akan mengalami kebingungan di dalam pergerakannya. Sementara itu jika organisasi tidak memiliki strategi yang bagus maka organisasi tersebut akan mengalami inefektifitas di dalam geraknya.

Menurut Alfred Dupont Chandler, struktur organisasi mengikuti strategi organisasi. Jika strategi organisasi berubah, maka struktur organisasi juga harus berubah. Chandler telah meniliti hampir 100 perusahaan yang beroperasi selama periode 1909  sampai dengan 1959, antara lain DuPont, General Motors, Standard Oil (New Jersey) dan Sears (Roebuck). Chandler telah mengadakan penelitian di beberapa perusahaan besar di Amerika Serikat antara lain Chandler menyimpulkan bahwa “changes in corporate strategy preceded and led to changes in an organisation’s structure.” Chandler juga menegaskan bahwa struktur organisasi yang tidak mengikuti strategi organisasi dapat berakibat  buruk terhadap organisasi. “Unless structure follows strategy,” demikian Chandler,”inefficiency results.

Chandler mendefinisikan strategi sebagai “the determination of the basic long-term goals and objectives of an enterprise, and the adoption of courses of action and the allocation of resources necessary for carrying out these goals.”. Asumsi yang mendasari bahwa strategi organisasi mempengaruhi struktur organisasi adalah :

  1. Tujuan organisasi adalah mencapai tujuan tertentu.
  2. Organisasi akan mencapai tujuan dengan cara-cara yang rasional.
  3. Organisasi mengubah input menjadi output, dan
  4. Lingkungan eksternal di mana organisasi beroperasi adalah given.

Dalam pemilihan suatu strategi dan struktur untuk mengimplementasikannya, para  manejer harus mempertimbangankan pengaruh lingkungan eksternal terhadap organisasi. Hubungan antara strategi, struktur dan lingkungan dapat di pandang dari dua perspektif utama. Dalam pandangan pertama, organisasi adalah reaktif terhadap lingkungannya dimana proses perumusan strategi harus memperhatikan lingkungan tempat organisasi tersebut beroperasi pada saat sekarang dan akan beroperasi di waktu yang akan datang.

Strategi pada gilirannya akan mempengaruhi struktur organisasi dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Strategi menentukan kegiatan-kegiatan organisasional, yang merupakan basis pokok bagi desain organisasi. Sebagai contoh , kegiatan-kegiatan dengan kreativitas dan kebutuhan teknis sangat tinggi, akan membutuhkan desain organisasi yang berbeda.
  2. Strategi mempengaruhi pemilihan teknologi dan orang-orang yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut dan hal ini selanjutnya mempengaruhi struktur yang sesuai.
  3. Strategi menentukan lingkungan spesifikasi dimana organisasi akan beroperasi, ini juga mempengaruhi struktur. Contoh jika perusahaan berada pada lingkungan eksternal yang membutuhkan komunikasi dan hubungan eksternal yang baik maka pada desain organisasi akan ditambahkan divisi / departemen CSR (Corporate Social Responsibility) atau divisi Community Development

Menurut Chandler, perubahan dalam strategi sering membutuhkan perubahan dalam cara menstrukturkan organisasi, karena dua alasan (David, 2005), yaitu :

  1. Struktur menentukan secara luas bagaimana tujuan dan kebijakan akan ditetapkan,
  2. Struktur menentukan secara luas bagaimana cara mengalokasikan sumber daya.

Perubahan dalam strategi akan mengarahkan perubahan dalam struktur. Strategi sebaiknya dirancang dalam rangka memberikan fasilitasi pada pengejaran strategi dari sebuah perusahaan.

Chandler mendiskripsikan bagaimana perusahaan kimia DuPont, pabrik automobile General Motor, perusahaan energi Standard Oil of New Jersey dan tokoretailer Sears Roebuck yang dikembangkan dari waktu kewaktu melalui tahap-tahap yang berurutan :

  1. Mengakuisisi sumber daya seperti karyawan dan bahan baku, mengembangkan pemasaran dan saluran distribusi.
  2. Membangun struktur fungsional untuk menambah tingkat efisiensi.
  3. Mengadopsi pertumbuhan dan strategi diversifikasi: pembedaan dalam bentuk produk kedalam pasar baru untuk menambah batasan dari pasar semula.
  4. Membuat kemudian merevolusi dan mengubah bentuk pembedaan fungsi menjadi mengatur para konglomerat.

Dia mendeskripsikan bahwa strategi sebagai penentuan tujuan jangka panjang, penerapan program dan alokasi berbagai sumber daya yang dibutuhkan terkait dengan pencapaian tujuan. Ia juga mendefinisikan bahwa struktur sebagai desain organisasi dan strategi bisnis adalah suatu hal yang dikelola dengan baik. Ketika strategi bisnis berubah maka struktur organisasi dirubah berdasarkan strategi tersebut untuk menjawab permasalahan-permasalahan administrasi baru yang muncul. Chandler berpendapat bahwa bentuk-bentuk organisasi barua dalah tidak lebih dari satu turunan terhadap strategi baru tersebut. Berikut ini adalah langkah-langkah struktur organisasi yang disesuaikan dengan strategi organisasi :

  1. Memilih desain awal dalam organisasi
  2. Merubah sesuai kebutuhan
  3. Bantu dengan mekanisme koordinasi dan pengaturan komunikasi

 Beberapa Kritik Terhadap Pendapat Alfred Chandler

Beberapa kritik terhadap pendapat Chandler mengemuka dikarenakan keterbatasan yang melekat pada penelitian Chandler ditambah dengan penelitian-penelitian lain yang mencoba untuk menduplikasi dan memperluas penelitiannya mensyaratkan bahwa teorinya mempunyai validitas tetapi juga mempunyai restriksi. Robbins & Barnwell (2002) menjelaskannya sebagai berikut:

  1. Pertama, dengan melihat sampel dari organisasi yang bukan merupakan cross-section dari organisasi pada umumnya menyebabkan banyak analis hanya melihat pada perusahaan bisnis industrial yang sangat besar dan berkuasa serta mendominasi industrinya.
  2. Kedua, sampel dari penelitian Chandler terdiri dari perusahaan-perusahaan yang terkenal dalam gelombang teknologi baru yang berkembang pada pertengahan pertama dalam Abad 20.
  3. Ketiga, dari hasil evaluasi yang dilakukan secara cermat terhadap kerja Chandler menyatakan bahwa ketika menggunakan istilah ‘strategi’ maka yang dimaksud adalah strategi pertumbuhan, bukan profitabilitas ataupun bertahan hidup.
  4. Keempat, seperti dengan penelitian historis pada umumnya, selalu terdapat masalah pada generalisasi dari satu titik waktu ke titik waktu lainnya

Thompson (2001) dan Lynch (2003) mempunyai pendapat yang sama, bahwa pada pendekatan intended (deliberated, prescriptive), struktur mengikuti strategi. Namun mereka mempunyai pendapat yang tidak sama dalam melihat hubungan strategi-struktur di dalam pendekatan emergent. Pada pendekatan emergent, Thompson berpendapat bahwa strategi mengikuti struktur, sedangkan Lynch berpendapatan hubungan antara strategi dan struktur terjadi dua arah pada pendekatan tersebut.

KESIMPULAN

Perjalanan organisasi akan dipengaruhi juga oleh dimana organisasi tersebut beroperasi. Karakteristik lingkungan yang dinamis menyebabkan organisasi harus melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap lingkungan agar tetap eksis. Berangkat dari hal tersebut maka sudah sewajarnya apabila struktur organisasi bisa berubah menurut keadaan lingkungan. Dengan demikian struktur akan menyesuaiakan strategi yang telah dibuat karena keberadaan strategi organisasi adalah untuk menghadapi lingkungan eksternal organisasi yang sangat dinamis.
Berdasarkan pemikirian di atas, oleh Mintzberg membagi organisasi ke dalam 5 bahagian struktur utama,  yang kemudian mengalami proses cascade di dalam teori manajemen strategi pada Balanced Scorecard yang dikembangkan oleh Kaplan & Norton.

Daftar Pustaka: 

Chaffee, E, 1985, Three models of strategy, Academy of Management Review, vol.10, no. 1.

Chandler, A. D., Jr, 1992, Strategy and structure, In H. M. Strage (ed.), Milestones in management: An essential reader (pp. 61-72), Oxford, UK: Basil Blackwell, Ltd.

Chandler, Alfred, 1962, Strategy and Structure: Chapters in the history of industrial enterprise, Doubleday, New York.

David, F. R, 2005, Strategic management: Concepts & Cases, tenth edition, Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

Lynch, R., 2003, Corporate strategy, third edition. Essex, UK: Pearson Education Limited.

Robbins, S. P., & N. Barnwell, 2002, Organization theory: Concepts and Cases, fourth edition. Upper saddle River, NJ: Prentice Hall.

Thompson, J. L., 1997, Strategic management: Awareness and Change. London: International Thomson Business Pres.

Teece, David J, 2011, Alfred Chandler And “Capabilities” Theories of Strategy And Management, Industrial and Corporate Change, Volume 19, Number 2. Oxford University Press
Sumber:

Strategi dan Struktur

Post a comment